III

Sejarah Rencong | bandatourism

19.30
0 komentar



Rencong begitu populer di masyarakat Aceh sehingga Aceh kemudian dikenal dengan sebutan "Tanah Rencong". Rencong (Reuncong) adalah senjata tradisional dari Aceh yang dulunya digunakan untuk menghadapi penjajah, hingga kemudian senjata ini menjadi simbol keberanian dan kepahlawanan masyarakat Aceh.

Kini, rencong masih digunakan sebagai atribut busana dalam upacara tradisional Aceh. Dan rencong dapat ditemukan hampir di semua toko kerajinan khas Aceh sebagai cenderamata.
Senjata ini memiliki nilai yang berkenaan dengan agama islam. Hal tersebut dapat dilihat dari bentuk rencong yang mewakili bentuk kalimat bismillah. Gagangnya yang melekuk kemudian menebal pada bagian sikunya merupakan aksara Arab Ba; bujuran gagang tempat menggenggam merupakan aksara Sin; bentuk lancip yang menurun pada pangkal besi dekat dengan gagangnya merupakan aksara Mim; lajur besi dari pangkal gagang hingga dekat ujungnya merupakan aksara Lam; ujung yang meruncing dengan dataran sebelah atas mendatar dan bagian bawah yang sedikit melekuk keatas merupakan aksara Ha.
Ada beberapa jenis rencong. Pertama, rencong pudoi, yaitu rencong yang belum sempurna pada bentuk gagangnya. Kedua, rencong meukure, yaitu rencong yang diberi hiasan seperti gambar hewan, akar kayu, dan bunga di bagian mata pisaunya. Ketiga, rencong meupucok, yaitu rencong yang di atas gagangnya ada sebuah pucuk yang biasanya terbuat dari emas. Keempat, rencong meucugek, yaitu rencong yang pada gagangnya ada suatu bentuk cugek (perekat dan bergagang lengkung 90 derajat).
Sesuai dengan bahan pembuatannya, rencong memiliki tingkatan. Untuk raja atau sultan, biasanya sarungnya terbuat dari gading dan mata pisaunya dari emas serta memiliki ukiran berupa kutipan ayat Alquran. Sementara, rencong-rencong lainnya biasanya terbuat dari tanduk kerbau ataupun kayu sebagai sarungnya, dan kuningan atau besi putih sebagai belatinya.
Saat ini, untuk kawasan Aceh Besar, tempat penempaan rencong terdapat di desa Bait (Sibreh) dan desa Lamblang (Darul Imarah).
Ukuran menjadi salah satu faktor yang menentukan harga rencong. Rencong dengan panjang 10-12 cm biasanya dihargai Rp 20.000 sampai Rp. 75.000, sedangkan rencong yang panjangnya lebih dari 12 cm dihargai Rp 75.000 sampai Rp. 80.000. Tetapi untuk rencong koleksi khusus, ada yang harganya mencapai ratusan ribu rupiah bahkan jutaan rupiah.
by indonesiakaya.com
(Indonesiakaya/Tim Indonesia Exploride)

Feedback

Reaksi:

If You Enjoyed This Post Please Take a Second To Share It.

You Might Also Like

Stay Connected With Free Updates

Subscribe via Email

0 komentar: