III

Lekukan Indah Tangkuban Perahu | bandatourism

18.12
0 komentar



Lokasi: Bandung

Gunung Tangkuban Parahu adalah salah satu gunung berapi yang masih aktif di Jawa Barat. Jika dipandang dari atas Gedung Sate di kota Bandung, bentuk gunung ini terlihat jelas seperti perahu besar yang terbalik. Memang dalam bahasa Sunda, tangkuban parahu berarti perahu terbalik. Bentuk gunung ini dikaitkan dengan cerita rakyat yang berjudul Sangkuriang.  Dalam cerita itu dikisahkan, secara singkat, Sangkuriang yang marah karena merasa tidak mampu menyelesaikan persyaratan untuk bisa menikahi Dayang Sumbi, ibunya sendiri, akhirnya menendang perahu buatannya sehingga terbalik dan membentuk gunung.


Berada di ketinggian 2.048 meter di atas permukaan laut, Gunung Tangkuban Parahu mempunyai sembilan kawah yangmasih aktif. Jika diperhatikan dari sejarah geologinya, Gunung Tangkuban Parahu terbentuk dari letusan Gunung Api Sunda di zaman prasejarah. Catatan letusannya dalam dua abad terakhir dimulai dari tahun 1829, 1846, 1863, 1887, 1896, 1910, dan yang terakhir terjadi pada tahun 1929. Akibat seringnya gunung ini meletus, sehingga banyak kawah yang terbentuk di sekitarnya, seperti Kawah Ratu, Upas, Domas, Baru, Jurig, Badak, Jurian, Siluman, serta Paguyuban Badak. Kawah yang paling besar adalah Kawah Ratu yang bersebelahan dengan Kawah Upas. Kawah-kawah ini masih aktif mengeluarkan asap belerang, bahkan beberapa kawah terlarang untuk didekati karena masih mengandung uap beracun.

Kawah Gunung Tangkuban Perahu begitu mengagumkan. Pada saat cuaca cerah, pengunjung bisa menyaksikan dengan jelas lekukan-lekukan pada dinding kawah, dan juga pemandangan dasar kawah yang menakjubkan. Selain itu, obyek wisata yang berada di daerah Lembang ini memiliki panorama alam yang indah. Lokasinya berada sekitar 30 kilometer di sebelah utara kota Bandung, yang bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan dalam waktu kurang lebih 50 menit. Atau 15 menit dari obyek wisata air panas Ciater, 40 menit dari Subang, dan 3 jam dari Jakarta dengan melewati jalan tol Sadang. 

Kondisi jalan yang menanjak mengharuskan pengunjunhg untuk memperhatikan kondisi kendaraannya sebelum berangkat. Tarif masuk untuk wisatawan domestik Rp. 13.000,- dan untuk wisatawan mancanegara Rp. 50.000,- Sementara tiket masukkendaraan bermotor berkisar antara Rp. 5.000–Rp. 25.000,-.(Indonesiakaya/Tim Indonesia Exploride)


by indonesiakaya.com

Feedback

Reaksi:

If You Enjoyed This Post Please Take a Second To Share It.

You Might Also Like

Stay Connected With Free Updates

Subscribe via Email

0 komentar: